Wabup Hadiri Natal PERGAKRI Sintang

Editor: Redaksi author photo

Wakil Bupati Sintang, Melkianus, menghadiri sekaligus membuka Seminar dan silaturahmi Natal tahun 2022 Persatuan Guru Agama Kristen Indonesia (PERGAKRI) Kabupaten Sintang, yang diikuti oleh seluruh Guru PNS, Guru P3K, Guru Swasta, pendidikan Agama Kristen tingkat SD, SMP, SMA/SMK. Foto:prokopim
Sintang, Senentang.id - Wakil Bupati Sintang, Melkianus, menghadiri sekaligus membuka Seminar dan silaturahmi Natal tahun 2022 Persatuan Guru Agama Kristen Indonesia (PERGAKRI) Kabupaten Sintang, yang diikuti oleh seluruh Guru PNS, Guru P3K, Guru Swasta, pendidikan Agama Kristen tingkat SD, SMP, SMA/SMK, yang diselenggarakan di Langkau Kita, Rumah Dinas Jabatan Wakil Bupati Sintang, Rabu (4/1/2023).

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Sintang, Melkianus menekankan pentingnya guru agama.

"Tanpa guru kami tidak bisa apa-apa," ungkapnya.

Melkianus berharap, guru agama di sekolah tidak hanya mengajarkan teori pada anak didik, tetapi juga pendidikan karakter.

"Kita tidak mungkin hanya memberikan orang secara akademisi tetapi karakter tidak ada. Harus seimbang. Guru agama ini paling penting," katanya.

Pada kesempatan tersebut Melkianus juga mengingatkan agar tidak menganggap remeh anak dari desa. Ia yakin, mereka yang tekun dan bekerja keras akan mampu bersaing dengan anak di kota.

"Jadi jangan menganggap SD dari desa tidak mampu seperti orang lain. Mereka mampu. Hanya betul infrastruktur kita fasilitasnya belum memadai. Tapi kita harus bisa bersaing dengan orang lain. Oleh sebab itu, jangan kita anggap anak kita dari kampung tidak bisa berbuat, mereka mampu. Tidak ada yang mustahil jika kita berusaha dan Tuhan berkehendak," tuturnya.

Orang nomor dua di Sintang ini sempat menceritakan, sebelum menjadi Dewan hingga wakil Bupati, dia adalah anak dari desa. Pernah bekerja sebagai supir hingga memburu emas di lumpur.

"Memang mustahil. Tapi saya bisa. Saya dari latar belakang bukan orang hebat, dari seorang supir, artinya jangan menganggap diri tidak mampu. Modal utama jujur dan komitmen. Kita yakin bisa dipakai orang. Sekali kita tidak jujur seumur hidup tidak dipercaya orang," pungkasnya. (rilis prokopim)

Share:
Komentar

Berita Terkini