Kakan Kemenag Sintang Ingatkan Panitia MTQ XXIX Antisipasi Berbagai Hal

Editor: Redaksi

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sintang, H. Anuar Akhmad, S.Ag

Sintang Kalbar
, Senentang.id - Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sintang, H. Anuar Akhmad, S.Ag turut menghadiri rapat evaluasi dan pleno Panitia Pelaksana Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) XXIX Tingkat Provinsi Kalimantan Barat di Kabupaten Sintang, bertempat di Balai Praja Kantor Bupati Sintang. Minggu, (31/10/2021).

H. Anuar Akhmad  menyampaikan persiapan jajaran Panitia Pelaksana Musabaqah Tilawatil Quran XXIX Tingkat Provinsi Kalimantan Barat di Kabupaten Sintang dilihatnya sudah maksimal.

“Tetapi kita harus menyiapkan langkah lain untuk mengantisipasi berbagai hal yang bisa saja terjadi. Kita ini masih dalam musim hujan, dan pengalaman kita. Dua kali pelaksanaan MTQ Tingkat Kabupaten Sintang selalu terjadi hujan lebat. MTQ di Stadion Baning, saat penutupan, terjadi hujan lebat. Lalu di eks Bandara Susilo, saat pembukaan juga hujan lebat,” ujarnya

“Nah, dengan pengalaman ini. Menurut saya, kita perlu memikirkan langkah antisipasilah. Apalagi ini MTQ tingkat Provinsi Kalimantan Barat yang dihadiri banyak tamu dari kabupaten kota. Saat ini musim hujan dan informasinya sampai akhir tahun 2021. Semua seksi agar memperhatikan musim hujan ini. Misalnya Seksi Transportasi bisa menyiapkan payung di semua mobil yang diperuntukan bagi kafilah dan dewan hakim,” katanya

“Yang lain perlu diperhatikan, menurut saya kita perlu menyiapkan toilet mobile yang cukup banyak di sekitar Stadion Baning sebagai lokasi utama pelaksanaan MTQ Kalbar. Disana akan ada ribuan orang, yang tidak mungkin semua menggunakan toilet di masjid dan Gedung KONI. Paling tidak ada saat pembukaan dan penutupan. Itu perlu kita pikirkan,” tambahnya

Soal pengaturan lalu lintas di Kawasan Simpang Lima kata dia, juga harus diperhatikan saat pembukaan dan penutupan. Jangan sampai macet dan menghalangi peserta MTQ menuju Stadion Baning Sintang. Lalu jalan di depan Panti Asuhan Mujahidin yang rusak, padahal jalan itu menjadi jalur alternatif menuju stadion. Kalau bisa di timbun sekitar 30 meter panjangnya.

“Kondisi jalan utama pasca banjir juga perlu kita cek, misalnya di Jalan Lintas Melawi. Karena banjir, sekarang sudah rusak. Kebersihan juga harus diperhatikan, tempat pembuangan sampah harus diperhatikan, agar tidak menimbulkan kesan yang tidak baik dari tamu. Selama 7 hari itu, agak ekstra keraslah dalam menangani sampah ini,” pungkasnya. **

Share:
Komentar

Berita Terkini