Infrastruktur Beberapa Desa Dipesisir Kota Sintang Masih Memprihatinkan

Editor: Redaksi

Anggota DPRD Sintang, Welbertus. foto:istimewa
SINTANG, Senentang.id – Permasalahan infrastruktur jalan di Kabupaten Sintang tidak hanya terjadi di daerah pedalaman dan perbatasan saja, tapi di Kecamatan Sintang yang merupakan pusat Ibu Kota kabupaten yang berjuluk Bumi Senentang ini pun masih ditemukan.

Hal tersebut pula diakui oleh anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sintang, Welbertus. Dijelaskannya, terdapat beberapa desa yang ada di pesisir Kota Sintang, dari sisi pembangunan infrastruktur jalannya memang masih memprihatinkan.

“Contoh saja jalan di Desa Tanjung, Kelansam, Sungai Putih, Mail Jampong, Mungguk Bantok, Mertiguna dan Desa Lalang Baru, semua dalam kondisi sangat parah dan memprihatinkan,” ujar Welbertus beberapa waktu lalu.

Dijelaskan Welbertus, bahwa persoalan kegawatdaruratan infrastruktur dasar tersebut kerap disampaikan pihak desa saat Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) tingkat Kecamatan Sintang. Tentu hal ini patut menjadi perhatian serius, karena persoalan tersebut terjadi di pusat kabupaten.

“Saat Musrembang mereka mengajukan minta jalan, jembatan, jaringan listrik PLN dan sarana air bersih. Tentu apa yang diajukan mereka itu bukan tanpa alasan, karena memang desa-desa yang berada di sana membutuhkan itu,” terang Politis PDI Perjuangan ini.

Sebagai wakil rakyat kata Welbertus, tentu dirinya tidak tinggal diam melihat kondisi seperti ini. Pihaknya akan terus mendorong dan memfasilitasi pembangun yang lebih baik ke depannya, sehingga apa yang menjadi keluhan selama ini dapat teratasi.

“Kita juga akan giat berkoordinasi dan bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Sintang untuk mengerjakan pembangunan yang berbasis kepentingan rakyat, yang pastinya tetap melihat prioritas-prioritas dan ketersediaan anggaran yang ada,” pungkas Welbertus.

Sebagaimana diketahui, Kecamatan Sintang merupakan kecamatan yang menaungi Ibu Kota Kabupaten Sintang. Kecamatan ini terdiri dari 13 desa dan 16 kelurahan. Secara geografis, masyarakat kecamatan ini terbagi di 3 kawasan, karena dibagi oleh pertemuan aliran Sungai Kapuas dan Sungai Melawi. (*)

Share:
Komentar

Berita Terkini