Update Terkini Dampak Banjir di Sintang, Sabtu 15 Oktober 2022

Editor: Asmuni

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Sintang, Kurniawan mendampingi Bupati Sintang, H. Jarot Winarno saat memantau update data terkini dampak banjir di Kabupaten Sintang. Foto:pkm
Sintang, Senentang.id - Komando Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Bencana Alam Banjir, Angin Putting Beliung dan Tanah Longsor (Batingsor) Kabupaten Sintang merilis data terkini dampak banjir di Kabupaten Sintang. 

Berdasarkan data yang di rilis pada Sabtu, 15 Oktober 2022 pukul 15.00 WIB tersebut terjadi peningkatan jumlah KK dan jiwa yang terdampak banjir dibanding data pada Jumat, 14 Oktober 2022. 

Berikut ini perbandingan data antara Jumat, 14 Oktober 2022 dibandingkan dengan Sabru, 15 Oktober 2022 :

Jumlah kecamatan terdampak tetap 11 kecamatan, jumlah KK dari 14. 181 KK naik menjadi 15. 656 KK, jumlah jiwa dari 49. 729 jiwa naik menjadi 55. 901 jiwa, jumlah desa tetap 115 desa kelurahan, jumlah pengungsi mengalami penurunan dari 307 KK atau 1. 062 jiwa turun menjadi 280 KK atau 1. 015 jiwa, fasilitas pendidikan tetap sama 67 unit, tempat ibadah naik dari 37 unit menjadi 47 unit, perkantoran pemeringahan ada 7 unit, fasilitas kesehatan 10 unit Pustu, jalan tetap 112 ruas baik jalan kabupaten, nasional dan provinsi. Jumlah jembatan terdampak mengalami peningkatan dari 113 unit naik menjadi 127 unit, jumlah rumah warga masih sama yakni 12. 733 unit.

Kurniawan, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Sintang yang mendampingi Bupati Sintang, H. Jarot Winarno saat memantau perkembangan update data warga yang terdampak banjir menjelaskan bahwa, untuk bisa menangani warga terdampak banjir kali ini Pemkab Sintang membangun 1 Posko Jaga. 

“Ada juga 2 Posko jaga yang dibangun oleh masyarakat secara swadaya. Dapur umum ada dua yang sudah beroperasi yakni yang dikelola oleh Pemkab Sintang dan Kodim 1205 Sintang. Lokasi pengungsian yang sudah ditetapkan yakni ada di 9 lokasi,”  beber Kurniawan. 

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sintang, dr. Harisinto Linoh menjelaskan jajaran Dinas Kesehatan Kabupaten Sintang terus bekerja memberikan pelayanan kesehatan warga yang terdampak banjir. 

“Selama hari Jumat, 14 Oktober 2022, tim kami menemukan 10 penyakit yang paling banyak dialami oleh warga yang terdampak banjir yakni, ISPA 168 pasien, penyakit kulit 93 pasien, arthralgia 67 pasien, demam 20 pasien, diare 15 pasien, myalgia 21 pasien, dyspepsia 27 pasien, remathoid 45 pasien dan hipertensi 66 pasien,” bebernya. 

“Beberapa hari banjir, tim kami sudah melayani 674 jiwa. Kami berkeliling di 32 lokasi di seluruh wilayah Kabupaten Sintang yang terdampak banjir. Sampai saat ini belum ada korban jiwa, pasien yang dirujuk ke rumah sakit juga masih nol.  Berdasarkan penelusuran tim kami, warga yang terdampak banjir ini ada 207 ibu hamil, 289 bayi, 1. 418 anak-anak, 1. 317 lansia," paparnya.

Sementara lanjutnya, yang sudah mengungsi untuk ibu hamil ada 42 orang, bayi ada 58, anak-anak ada 284 dan lansia ada 264 jiwa. (pkm) 

Share:
Komentar

Berita Terkini